Referensi Pemula untuk Mendaki

Referensi Pemula untuk Mendaki

Referensi Pemula untuk Mendaki – Telah berapakah gunung yang kamu daki? Pertanyaan itu tidak lagi hal aneh untuk dilemparkan.

Mendaki gunung sekarang memang jadi salah satunya rutinitas berlibur yang semakin disukai terutamanya oleh kelompok anak muda. Apa kamu termasuk juga didalamnya atau anda pemula dengan berbagai referensi untuk mendaki.

Baca Juga: Australia Sangat Cocok untuk Road Trip

Bukan hanya akan dimanja dengan pemandangan alamnya yang mempesona, mendaki gunung dipercayai dapat membuat fisik dan psikis yang lebih kuat jalani hidup.

Ayo Jangan Ragu untuk Mendaki Dengan Berbagai Referensi Untuk Pemula

Nah, jika kamu akan punya niat lakukan satu perjalanan pendakian, seharusnya pilih gunung dengan ketinggian di bawah 3,000 mtr. di permukaan laut (mdpl) dan mempunyai lajur pendakian yang tidak begitu terjal.

Di bawah ini referensi gunung untuk mendaki bagi para pemula di Indonesia yang dapat kamu buat jadi rujukan.

  1. Gunung Nglanggeran, Jogja (700 mdpl)

Referensi gunung untuk pendaki pemula yang pertama ialah Gunung Nglanggeran. Gunung yang cuman mempunyai ketinggian 700 mdpl ini, berada di Yogyakarta.

Nah, untuk kamu masyarakat lokal Yogyakarta, dapat jadikan gunung ini posisi pertamamu mendaki, sebab benar-benar pas untuk pemula, yang pengin belajar hiking.

Tak perlu membutuhkan waktu lama, sebab kamu cuman memerlukan waktu, kurang dari 1 jam, untuk capai pucuknya dan nikmati Jogja dari segi yang lain.

Disamping itu, gunung ini mempunyai lajur yang agak miring dan jalan setapak dari batu. Hingga, membuat pendakian di Gunung Nglanggeran akan berasa lebih gampang dan membahagiakan.

Bagaimana? Ingin mencoba menaklukan gunung ini dahulu, saat sebelum berani taklukan gunung yang lain?

  1. Gunung Besek, Wonogiri (850 mdpl)

Gunung yang ada di tepian Wonogiri dan Pacitan ini sedikit dijumpai oleh beberapa pelancong. Untuk ke arah pucuknya, kamu perlu trackking melalui rimba dan lereng bukit-bukit.

Tetapi tenang saja, ada tempat parkirkan sepanjang 15 menit dari pucuk. Gampang sekali, kan? Dengan formasi bebatuan besar di pucuk, mendaki Gunung Besek bisa menjadi pengalaman yang tidak terlewatkan.

  1. Gunung Panderman, Batu (2,045 mdpl)

Walau ada di atas ketinggian 2,000 mdpl, lajur pendakian Gunung Panderman ini dapat disebut rileks dan membahagiakan. Tidak ada rintangan yang bermakna untuk mendaki pucuknya. Karena sangat rileksnya, kamu bahkan juga dapat sampai lupa bila sedang mendaki gunung.

Mendaki Gunung Panderman benar-benar pas buat kamu yang pengin latih ketahanan fisik sepanjang mendaki. Sejauh perjalanan kamu akan disajikan panorama cantik Kota Batu dan lanscape hijau pegunungan disekelilingnya. Elok sekali, dech!

  1. Puncak Gadjah, Purbalingga (1,440 mdpl)

Pucuk Gadjah adalah sisi dari serangkaian Gunung Pulosari, Purbalingga yang berada di kaki Gunung Slamet. Disini kamu dapat nikmati pemandangan golden sunrise dengan background Gunung Sindoro yang mempesona.

Untuk capai pucuk, kamu cuman memerlukan waktu 30 menit sampai satu jam dari tempat parkirkan di Dusun Karangreja. Bila akan memburu sunrise janganlah lupa memakai jaket tebal ya, sebab temperatur di sini dapat benar-benar dingin sampai 15 derajat Celcius lho.

  1. Gunung Papandayan, Garut (2,665 mdpl)

Kecuali medannya yang agak miring, kamu akan dipermudahkan dengan semua sarana untuk beberapa pendaki di sejauh lajur pendakian ke arah pucuk. Dimulai dari toilet sampai warung makan di atas pucuk dapat dengan gampang kamu jumpai.

Walau termasuk gampang, tetapi panorama yang dijajakan sejauh lajur pendakian tidak dapat disepelekan. Diantaranya ialah nikmati situasi mistik di Rimba Mati. Dasarnya tidak menyesal dech naik Gunung Papandayan.

  1. Gunung Andong, Magelang (1,463 mdpl)

Tidak jauh dari Jogja, kamu dapat meneruskan perjalanan pendakian ke Magelang dan naik ke pucuk Gunung Andong. Gunung Andong mempunyai lajur dan papan panduan yang pasti. Hingga kamu tak perlu takut salah jalan. Dengan berjalan kaki kamu dapat capai pucuk dalam kurun waktu kurang dari 2 jam.

Kekhasan Gunung Andong ini nampak dari sisi pucuknya yang seperti punuk unta. Bila berani kamu dapat memicu adrenalin dengan melalui punuk unta itu lewat jalan setapak sempit yang dijepit jurang. Ditanggung bakal menjadi pengalaman yang hebat dan mendebarkan.

  1. Gunung Ijen, Banyuwangi (2,779 mdpl)

Dengan lajur pendakian yang lebar dan tidak begitu terjal, Gunung Ijen jadi salah satunya gunung favorite beberapa pendaki pemula. Untuk ke arah pucuk, kamu butuh waktu minimum tiga jam pendakian.

Dengan ketinggian dekati 3,000 mdpl, panorama di atas pucuk waktu matahari keluar benar-benar fantastis. Belum juga peristiwa blue fire yang menjadi legenda di Kawah Ijen. Minimal, sekali sepanjang umur harus sekali memijakkan kaki di pucuk Gunung Ijen.

  1. Gunung Batur, Bali (1,717 mdpl)

Walau termasuk lumayan tinggi, tetapi Gunung batur terhitung ramah untuk beberapa pendaki pemula lho. Tetapi, yakinkan kamu mempunyai fisik yang sempurna saat sebelum mendaki ya. Minimal perlu waktu dua jam untuk dapat capai pucuk Gunung Batur.

Keelokan kalderanya yang luas dan padang rumput menghijau jadi daya magnet khusus beberapa pendaki yang singgah kesini. Disamping itu, kamu bisa juga lho kemping di pinggir Danau Batur sekalian stargazing langit malam Pulau Dewata yang memesona.

  1. Gunung Sibayak, Karo (2,094 mdpl)

Siapa ngomong gunung berapi cuman untuk pendaki eksper? Gunung Sibayak adalah gunung berapi aktif di teritori Daratan Tinggi Karo Sumatera Utara. Lewat lajur Dusun Semangat Gunung kamu dapat mendapati lajur pendakian yang relatif gampang lho.

Panorama ciri khas gunung berapi dengan bebatuan cadas dan kawah aktif jadi daya magnet khusus dari Gunung Sibayak. Panorama matahari terbitnya jadi salah satunya jadwal penting yang jangan kamu terlewat. Ketarik memijakkan kaki di Gunung Sibayak?

  1. Gunung Penanggungan, Mojokerto (1,653 mdpl)

Gunung di Jawa Timur ini dikenali oleh beberapa pendaki selaku miniaturnya Gunung Semeru. Ini sebab pucuk gunungnya yang berbentuk daratan tandus. Lajur yang direferensikan untuk pendaki pemula yang akan ke arah pucuk Gunung Penanggungan ini ialah Lajur Tamiajeng di Trawas, Mojokerto.

Butuh waktu minimal empat jam dari pos Lajur Tamiajeng sampai hingga di pucuk. Bila tidak kuat mendaki menerus, kamu dapat kemping di Pucuk Bayang-bayang dan melanjutkan perjalanan ke pucuk gunung yang sesungguhnya sesudah istirahat. Panorama di pucuk tentu saja bisa menjadi hadiah yang tidak terpindahkan.

  1. Gunung Munara – 1119 Mdpl

Buat kamu yang berada di teritori Bogor atau Jabodetabek, dapat berkunjung referensi gunung untuk pendaki pemula, yaitu Gunung Munara.

Gunung, yang cuman mempunyai ketinggian 1.119 mdpl ini, berada di Daerah Sawah, Kecamatan Rumpin. Untuk kamu yang ingin belajar hiking, rekreasi Bogor ini pas untuk pelancong yang menyukai mendaki.

Tetapi, walau cuman 1.119 mdpl, gunung ini betul-betul betul-benar dapat melelahkan. Tidak boleh salah, sebab medan Gunung Munara cukup curam, saat nyaris masuk teritori pucuk.

Medannya miring, curam dan berbatu. Walau sebenarnya, pada awal pendakian kamu akan disuguhi jalanan yang agak miring, panorama rumah masyarakat, jembatan, sungai, sampai curug.

Tetapi, sesudah 1/2 jam selanjutnya, kamu akan merasakan jalanan yang lebih curam. Bahkan juga, waktu dekati pucuk kamu akan hadapi tebing yang lebih terjal.

Karena sangat curamnya, bahkan disiapkan tali tambang. Dalam proses mendaki, di sini kamu perlu berhati-hati.

Di saat sampai pucuk juga, kamu jangan mencoba-coba bergurau atau pecicilan. Sebab, pucuk Gunung Munara benar-benar sempit dan terbatas.

  1. Gunung Gede – 2.958 Mdp

Nah, jika gunung yang ini, jadi gunung kesukaan pendaki di Bogor. Hal itu karena, gunung ini mempunyai lajur yang agak miring, dan akan curam saat hampir sampai pucuk.

Disamping itu, kamu akan melalui track yang enteng, air terjun Cibeureum, sumber air panas, dan padang edelweis di Surya Kencana, yang paling cantik.

Untuk dapat sampai di pucuk Gunung Gede, yang mempunyai ketinggian 2958 Mdpl ini, kamu harus tempuh jarak sepanjang 6 jam.

Itu  dia beberapa rekomendasi gunung untuk pendaki pemula. Walau sedang wabah, rekreasi gunung memang jadi argumen yang pas untuk refreshing.

Kecuali aman dari penebaran Covid-19, rekreasi ini termasuk lumayan murah, daripada kamu harus ke luar kota, reservasi pesawat dan hotel, sampai juta-an rupiah.

Di sini, kamu perlu beli beberapa perlengkapan penting saja, seperti carrier, sepatu hiking, sleeping bag, trackking pole, jaket anti air, dan sebagainya. Untuk kepentingan logistik yang lain, seperti tenda, alat masak, nesting, kamu dapat berikan seluruh pada ketua barisan pendakian. Sebab umumnya, untuk pendaki pemula, cuman turut selaku pengikut. Jadi, tinggal membawa perlengkapan individu saja dech!